WiseTrips Single Post Page

 

Kolaborasi Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta LPK Elang Khatulistiwa Indonesia dalam penyelenggaraan Seleksi dan Standardisasi Pemandu Wisata Gunung di kawasan Gunung Lemah Surodilogo, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. (Foto: Abby/EKI).

WONOSOBO – Keindahan alam pegunungan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan pengalaman wisata yang optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang kompeten, terutama pemandu wisata gunung yang memiliki kemampuan dalam aspek keselamatan, pelayanan, hingga pelestarian lingkungan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta LPK Elang Khatulistiwa Indonesia (EKI) berkolaborasi menyelenggarakan Seleksi dan Standardisasi Pemandu Wisata Gunung di kawasan Gunung Lemah Surodilogo, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026 tersebut tidak hanya menjadi ajang seleksi calon pemandu wisata, tetapi juga merupakan bagian dari proses pendidikan, pembinaan, dan standardisasi kompetensi untuk mencetak pemandu wisata gunung yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Peserta Seleksi dan Standardisasi Pemandu Wisata Gunung mengikuti program yang diselenggarakan melalui kolaborasi Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta LPK Elang Khatulistiwa Indonesia di kawasan Gunung Lemah Surodilogo, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. (Foto: Abby/Elang Khatulistiwa Indonesia).

Pemandu Wisata Memegang Peran Strategis

Dalam industri wisata alam, pemandu wisata bukan hanya bertugas menunjukkan jalur pendakian. Mereka menjadi garda terdepan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan peserta, penyampaian informasi mengenai kekayaan alam dan budaya lokal, hingga membangun pengalaman positif yang akan membentuk citra sebuah destinasi wisata.

Keberhasilan suatu destinasi tidak hanya ditentukan oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang diberikan di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pemandu wisata menjadi investasi penting dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor Bangun SDM Pariwisata

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Raffi, menegaskan bahwa pengelolaan kawasan wisata berbasis hutan membutuhkan sumber daya manusia yang memahami prinsip konservasi sekaligus mampu memberikan pelayanan kepada wisatawan secara profesional.

Menurutnya, Perhutani mendukung berbagai upaya peningkatan kompetensi pemandu wisata sebagai bagian dari pengelolaan kawasan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Komitmen serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, S.Sos., M.Si. Ia menilai pembangunan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan promosi destinasi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Ia berharap Wonosobo tidak hanya dikenal karena panorama alamnya yang memikat, tetapi juga karena kualitas pelayanan wisata yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung.

Standardisasi Menjadi Kebutuhan, Bukan Pilihan

Peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu tahapan Seleksi dan Standardisasi Pemandu Wisata Gunung. Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Abby, turut menyaksikan proses tersebut. (Foto: Abby/Elang Khatulistiwa Indonesia).

Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Abby, menyampaikan bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata pendakian harus diimbangi dengan kesiapan pemandu yang memiliki kompetensi sesuai standar.

Menurutnya, seorang pemandu wisata gunung harus mampu membaca karakter medan, memahami prosedur keselamatan, memberikan pertolongan pertama, hingga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada wisatawan.

Ia menegaskan bahwa profesi pemandu wisata membawa tanggung jawab besar terhadap keselamatan manusia sekaligus keberlangsungan alam. Oleh sebab itu, proses seleksi, pendidikan, dan standardisasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pemandu terus meningkat sesuai perkembangan kebutuhan industri wisata alam.

Abby juga menambahkan bahwa keberadaan pemandu wisata yang kompeten akan meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap suatu destinasi serta memperkuat daya saing daerah dalam sektor pariwisata.

Membangun Destinasi Dimulai dari Membangun Manusia

Sinergi antara Perhutani KPH Kedu Utara, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dan LPK Elang Khatulistiwa Indonesia menunjukkan bahwa pengembangan wisata alam memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Keindahan lanskap saja tidak cukup untuk menciptakan destinasi yang berkualitas tanpa didukung sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta tanggung jawab profesional.

Di tengah meningkatnya tren wisata berbasis alam, langkah yang dilakukan di Wonosobo menjadi contoh bahwa pembangunan destinasi terbaik selalu dimulai dari pembangunan manusianya. Melalui proses seleksi, pendidikan, dan standardisasi pemandu wisata gunung, diharapkan tercipta ekosistem pariwisata yang lebih aman, profesional, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

share

Together We Can Make Awesome Memories

Are You Ready To Join Us On Your Next Trip?

Book Your Tour Packages Now!

blog details

Why People Love Us For Adventures?