Dari Cikole, Lembang: Membangun Standar Instruktur Alam Terbuka Indonesia

Oleh: Tim Media Elang Khatulistiwa Indonesia
03 Oktober 2026

Lembang, Jawa Barat – Meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam, aktivitas luar ruang, dan petualangan menuntut hadirnya sumber daya manusia yang kompeten, profesional, serta memiliki standar keselamatan yang tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, Training of Trainer (ToT) Instruktur Alam Terbuka diselenggarakan di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sebagai langkah nyata dalam mencetak instruktur alam yang berkualitas.

Pelatihan yang diinisiasi melalui kolaborasi berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas SDM di sektor wisata alam Indonesia. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan lapangan, teknik kepemanduan, manajemen risiko, keselamatan aktivitas luar ruang, pendidikan lingkungan, hingga etika profesi instruktur alam.

Founder Elang Khatulistiwa Indonesia (EKI), Abby, menegaskan bahwa kebutuhan terhadap instruktur alam saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pada integritas, tanggung jawab, dan kemampuan membangun karakter peserta.

“Seorang instruktur alam bukan sekadar memimpin sebuah kegiatan. Ia juga berperan sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus penanggung jawab keselamatan peserta. Karena itu, kompetensi, etika, dan integritas menjadi fondasi utama profesi ini,” ujarnya.

Peserta dan Panitia Training Of Trainer Instruktur Alam Terbuka Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. (Foto – Pasha)

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara praktisi wisata alam, komunitas, organisasi profesi, akademisi, serta berbagai lembaga yang memiliki visi bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan wisata alam berbasis keselamatan, pendidikan, dan keberlanjutan.

Penandatanganan MoU Perkuat Sinergi Pengembangan SDM

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi dengan ThreeS Management sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang wisata alam.

Ketua Umum Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi, Muhammad Risnatan, menilai bahwa kemajuan industri wisata alam harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM yang memiliki standar kompetensi yang jelas dan terukur.

“Wisata alam bukan hanya aktivitas rekreasi, tetapi juga media edukasi dan pembentukan karakter. Karena itu, pemandu wisata dan instruktur alam harus memiliki kompetensi yang profesional serta memahami aspek keselamatan secara menyeluruh,” tegasnya.

Menurutnya, instruktur alam memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap kegiatan berlangsung aman, edukatif, bertanggung jawab, serta memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.

Kegiatan TOT Instruktur Alam Terbuka juga diwarnai dengan penandatanganan Mou antara Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi dengan Three S Management. (Foto – Pasha)

Mencetak Instruktur Alam Berstandar Nasional

Pelatihan ini terselenggara melalui sinergi berbagai pihak, di antaranya Elang Khatulistiwa Indonesia (EKI), Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi, Elang GO, Palawi, serta Perhutani, yang memiliki komitmen bersama dalam membangun ekosistem wisata alam Indonesia yang lebih profesional.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai kompetensi penting, meliputi:

  • Kepemimpinan lapangan (Leadership Outdoor)
  • Teknik kepemanduan wisata alam
  • Manajemen risiko dan keselamatan
  • Survival dan penanganan keadaan darurat
  • Pendidikan lingkungan hidup
  • Etika profesi instruktur alam
  • Komunikasi dan manajemen peserta

Melalui pembelajaran teori dan praktik lapangan, peserta dipersiapkan menjadi instruktur yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, serta kepedulian terhadap keselamatan manusia dan kelestarian alam.


Komitmen EKI untuk SDM Wisata Alam Indonesia

Bagi Elang Khatulistiwa Indonesia (EKI), pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem wisata alam yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.

Di tengah pesatnya pertumbuhan wisata petualangan dan aktivitas luar ruang di Indonesia, kebutuhan terhadap instruktur alam yang profesional akan terus meningkat. Karena itu, EKI berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Semangat yang dibangun dari Cikole, Lembang, diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak instruktur alam yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi tinggi dalam mendukung kemajuan wisata alam Indonesia.

Dengan instruktur yang profesional, keselamatan menjadi budaya, pengalaman menjadi lebih bermakna, dan wisata alam Indonesia semakin dipercaya sebagai destinasi yang aman, edukatif, dan berkelanjutan.

share

Together We Can Make Awesome Memories

Are You Ready To Join Us On Your Next Trip?

Book Your Tour Packages Now!

blog details

Why People Love Us For Adventures?